Rabu, 20 November 2013

SUMBER DAYA KOSUMEN DAN PENGETAHUAN



SUMBER DAYA KOSUMEN DAN PENGETAHUAN
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen irasional.
Perilaku Konsumen Rasional
Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:
·                     barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
·                     barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
·                     mutu barang terjamin;
·                     harga sesuai dengan kemampuan konsumen.

Perilaku Konsumen Irasional

Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu:
·                     tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
·                     memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
·                     ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
·                     prestise atau gengsi.

1.      Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.
2.      Sumber Daya Sementara
·         Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
·         Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
3.      Sumber Daya Kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.

Sumber : 1. http://id.wikipedia.org
                2. http://www.wattpad.com
           


Rabu, 30 Oktober 2013

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN



EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN
Kriteria Evaluasi 
      Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam manila alternatif-alternatif pilihan, kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli handphone seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria harga, merek, Negara asal dan  juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya.
 
1. Harga
         Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memilih harga yang murah untuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indikator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya di sesuaikan dengan karakteristik produk.

2. Nama Merek
         Merek terbukti menjadi determinan dalam setiap pembelian. Nampaknya merek merupakan pengganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk kepercayaan pada merek lama yang sudah memilki reputasi sangat baik dapat mengurangi kesalahan dalam pembelian.

3. Negara Asal
   Negara asal dimana produk di hasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen Negara asal sering menctrikan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk elektronik jepang. Sementara untuk jam tangan nampaknya buatatn swiss merupakan produk yang handal tak teragukan. 

Menentukan Alternatif Pilihan 
     Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai beberapa komponen :

·         Keputusan tentang jenis produk 
·         Keputusan tetang bentuk produk 
·         Keputusan tetang merek 
·         Keputusan tetang penjualnya 
·         Keputusan tetang jumlah produk 
·         Keputusan tetang waktu pembelian 
·         Keputusan tetang cara pembayarannya

Mengevaluasi alternatif, setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan menentukan alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Setelah criteria yang akan menjadi alternatif pilihan ditetukan barulah konsumen menentukan alternatif produk yang menjadi pilihan.

Menaksirkan Alternatif pilihan
      Ada tiga cara pandang dalam menganalisis alternatif keputusan konsumen :
1. Sudut pandang ekonomis
       Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternatif yang ditentuka dipertimbangkan serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik disebut ekonomik man.

2. Sudut pandang kognitif
       Konsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Konsumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tetang produk. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, tejadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Kognitif man dan passive man, sering kali kognitif man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan sering kali mengambil jalan pintas untuk memenuhi pengambilan  keputusannya pada keputusan yang memuaskan.

3. Sudut pandang emosional
   Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritism buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.

Sumber : http://hendrobudiyono.blogspot.com/2013/10/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian.html


PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN



PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
  1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
  2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
  3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
  4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
  5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pengambilan keputusan konsumen:
  1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
 Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen#Proses_pengambilan_keputusan_pembelian